Abrasi di bantaran Bengawan Solo, Desa Dalangan terus meluas
Elshinta.com, Satu rumah di Dusun Dliyun, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali hanyut ke Sungai Bengawan Solo.

Elshinta.com - Satu rumah di Dusun Dliyun, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah kembali hanyut ke Sungai Bengawan Solo. Rumah yang runtuh ke sungai ini merupakan yang keempat di lingkungan tersebut. Warga bersama pihak desa mengevakuasi perabot yang masih bisa diselamatkan beserta tiga orang penghuni rumah.
Sekretaris Desa Dalangan, Tawangsari Supriyanto mengatakan, rumah yang dilaporkan hanyut ditinggali Untari dan Wiyono beserta ibu mereka berusia lanjut. Ruangan bagian dapur jatuh ke sungai dengan kedalaman tebing sungai sekitar 20 meter. Sementara bangunan yang tersisa terancam longsor karena tebing sungai tergerus air yang saat ini berarus deras. Warga sekitar bersama pemilik rumah akhirnya bergotong royong mengevakuasi barang barang dan juga jiwa yang tinggal di rumah tersebut, pindah ke rumah saudara di depan rumah mereka.
"Penghuni sudah diselamatkan kerumah terdekat milik saudara, selanjutnya dilakukan gotong royong membangun rumah permanen untuk korban masih di perkarangan itu juga," kata Supriyanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (15/3).
Menurut Supriyanto, ada dua titik di Desa Dalangan dalam kondisi kritis terdampak abrasi Sungai Bengawan Solo, yakni di Dusun Dliyun dan Dusun Gendungan. Total ada delapan rumah yang hanyut dan dibongkar dari dua lokasi sedangkan penghuni merelokasi diri ke tempat yang lebih aman. Abrasi tebing Bengawan Solo di Desa Dalangan sudah berlangsung sekitar 12 tahun terakhir.
"Sekarang tinggal berapa meter saja. Lama-lama jalan utama juga kena abrasi," tambahnya.
Masih menurut Supriyanto, pihak desa sempat menawarkan relokasi pada pemilik rumah terdampak. Namun setelah pendataan dan pemetaan, tanah kas desa yang sekiranya menjadi alternatif relokasi berada dibantaran sungai. Sementara, untuk pengadaan tanah khusus menangani korban abrasi terkendala anggaran. Desa dan pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan anggaran yang memadai.
Untari pemilik rumah yang hanyut mengaku telah memindahkan seluruh barang dan menempati rumah kakaknya yang saat ini kosong ditinggal merantau. Pihak desa atas perintah pemerintah kabupaten juga langsung gotong royong membangun rumah.
"Kondisi ini sudah saya laporkan bahkan langsung ke Gubernur Ganjar Pranowo saat ada kunjungan ke Sukoharjo," paparnya.